Tampilkan postingan dengan label C. Entrepreneurship Program. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label C. Entrepreneurship Program. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Februari 2016

Creative Product from Bandung Creative Village : Indonesian Creative Institute & Foundation

Creative Product from Bandung Creative Village : Indonesian Creative Institute 
Indonesian Creative Institute didirikan tahun 2012 di jalan geger arum 101 kota Bandung yang kemudian dikenal workshopnya dengan nama "saung pemimpin kreatif". Setahun kemudian
 Indonesian Creative Institute memberikan pelatihan-pelatihan ke beberapa daerah untuk training produk kreatif dan turut membantu pemasarannya


Senin, 21 April 2014

Sabtu, 15 Februari 2014

Islamic Entrepreneurship Class in MABI Bogor

Visiting Lecturer
Manajemen Administrasi Bisnis Islam - Bogor
Yayasan Bhakti Insan (YBI) Bogor
Kelas Semester 2 - D1


Materi bisa di download di : Islamic Entrepreneurship Education



 



 

Kamis, 16 Januari 2014

Cara Berbisnis dengan Kreativitas dan Inovasi

Creative Entrepreneurship Class 4th Meeting
Further Discussion : Twittr :  @CreativeLead_id  &  Like FanPage FB : CLI - Indonesia 


 
Hidup itu adalah pilihan. Kesuksesan dan kegagalan pun merupakan pilihan. Sebagai manusia kitalah yang berkewajiban mengatur hidup kita apakah kita ingin menjadi orang sukses ataukah hanya berdiam diri dan menunggu kegagalan menghancurkan kita. Sama halnya dengan pebisnis. Untuk menjadi seorang pengusaha bisnis kreatif, ada banyak hal yang harus kita miliki sebagai langkah awal kita menjadi pengusaha bisnis kreatif yang sukses.

Di jaman modern seperti sekarang ini, dimana mobilitas masing-masing individu menciptakan berbagai tantangan dan persaingan di pasar bisnis membuat kita harus bergerak cepat dengan cara yang kreatif dan memiliki ide yang selalu segar. Tanpa itu semua, akan sangat sulit bagi kita untuk terjun dalam pasar dinamis yang penuh dengan para pebisnis yang saling bersaing dalam mendapatkan pelanggan.
Karena itulah, untuk menjadi seorang pemilik bisnis kreatif yang mampu bertahan dalam berbagai situasi dan persaingan pasar maka ada beberapa tips menjadi pengusaha bisnis kreatif yang bisa diterapkan yaitu :

1. Think out of the box atau berpikirlah diluar kotak. Artinya, kita harus mampu berpikir di luar cara pikir orang kebanyakan. Misalnya saja adalah kita memiliki tahu untuk kita jadikan bahan baku. Jangan buat tahu yang kita miliki hanya sebagai tahu isi, tahu goreng atau kripik tahu seperti yang sudah banyak dijual di pasaran. Kita harus membuat tahu tersebut menjadi sebuah bisnis kreatif yang belum memiliki pesaing. Cobalah mencari ide pengolahan tahu yang berbeda dengan yang sudah ada tersebut misalnya saja adalah mie tahu yaitu tahu yang diserut seperti mie dan di goreng lalu diberi berbagai bumbu. Ide mie tahu tersebut memang terasa aneh karena belum pernah ada yang membuatnya, jika kita merealisasikannya dengan sistem pemasaran yang baik maka bukan tidak mungkin, mie tahu akan menjadi trend baru dalam bisnis kuliner yang sudah ada.

2. Menciptakan produk unik merupakan suatu keharusan bagi para pelaku bisnis kreatif. Kreativitas yang dibutuhkan dalam hal ini karena dengan menciptakan berbagai produk unik yang belum ada di pasaran, maka kita akan mengurangi pesaing. Namun yang harus menjadi perhatian utama adalah selain produk yang unik, kita juga harus mampu menonjolkan nilai tambah dari produk unik tersebut. Tanpa nilai tambah maka seunik apapun produk tersebut, tidak akan ada bedanya dengan produk yang dimiliki pesaing yang sudah ada di pasaran.

3. Kreativitas yang tanpa batas adalah modal utama bagi para pelaku atau pengusaha bisnis kreatif. Tanpa kreativitas yang tinggi maka para pelaku bisnis kreatif akan sangat kesulitan dalam mengembangkan usaha atau bisnis kreatif yang sedang mereka jalankan. Kreativitas bukan turunan atau bakat murni. Kreativitas ini berkembang karena sebuah kebiasaan yang terus menerus. Karena itu kembangkanlah kreativitas dengan cara selalu berpikir dengan cara yang berbeda, banyak belajar dengan cara membaca banyak buku dan terus menambah pengetahuan dan asahlah kreativitas setiap hari secara rutin dan tanpa henti. Kreativitas yang tanpa batas ini adalah modal utama dalam menjalankan bisnis kreatif.

4. Para pelaku bisnis kreatif dapat mengembangkan teknologi yang sudah ada untuk terus mengembangkan bisnis kreatif yang sedang dijalankannya. Teknologi internet, komputer dan komunikasi yang berkembang saat ini sangat mendukung perkembangan bisnis kreatif. Belajarlah untuk memanfaatkan teknologi-teknologi yang ada dengan tujuan untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang akan memberikan angin segar bagi para pelanggan. Pernahkah terpikir untuk menjual siomay secara online? Bagaimana caranya? Mari temukan berbagai cara lain dalam mengembangkan bisnis kreatif yang sedang kita jalankan dengan memanfaatkan teknologi tinggi yang sudah berkembang di sekitar kita.

5. Pantang menyerah adalah modal berikutnya yang harus dimiliki para pelaku bisnis kreatif. Bisnis kreatif yang unik dengan produk baru yang belum dikenal masyarakat luas pastilah membutuhkan perjuangan yang tinggi dalam memasarkannya dan membuat pelanggan mengenal produk-produk tersebut. Dalam pemasaran dibutuhkan semangat yang pantang menyerah terutama untuk mendapatkan perhatian pelanggan agar mau mencoba menggunakan atau memanfaatkan produk baru yang kita tawarkan. Tidak mudah memang, namun jika kita yakin kita bisa maka pastilah akan bisa.

6. Jaringan atau networking sangat penting dalam usaha atau perkembangan bisnis kreatif. Bangunlah jaringan dengan memperluas jaringan pertemanan serta menciptakan relasi-relasi bisnis secara teratur dan terarah. Buka berbagai peluang yang menciptakan jaringan yang semakin luas. Caranya bisa dengan mengikuti berbagai perkumpulan atau organisasi pengusaha, mengikuti berbagai seminar yang selain menambah wawasan bisnis kita juga menambah jaringan pertemanan dan kenalan bisnis. Dan terus menciptakan berbagai sarana promosi seperti kartu nama, pemasangan iklan, spanduk dan lain sebagainya yang akan mendukung usaha kita agar semakin dikenal dan kita pribadi akan memiliki relasi dan kenalan yang semakin banyak..

7. Berani menghadapi berbagai tantangan dan bermasalahan yang timbul dalam setiap strategi bisnis yang kita ciptakan merupakan cara lain dalam melebarkan sayap bisnis kreatif kita agar semakin merambah ke berbagai lapisan masyarakat. Tidak ada bisnis yang bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya masalah. Namun dengan kreativitas yang kta miliki maka akan mudah bagi kita untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul tersebut satu per satu. Bahkan mungkin dengan adanya permasalahn tersebut membuat kita belajar untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang membuat bisnis kreatif kita dapat berkembang semakin besar.

Kreativitas ternyata bukan hanya untuk bisnis yang masuk dalam kelompok ekonomi kreatif semata. Ya, bila bicara soal fashion, musik, film dan sebagainya yang kini digolongkan sebagai ekonomi kreatif, terkesan bahwa sisi kreativitas lebih berguna untuk jenis bisnis tersebut.

Tetapi ternyata bisnis seperti laundry, berjualan makanan dan minuman dan sebagainya, juga membutuhkan kreativitas, tak hanya dari sisi produk yang dihasilkan, melainkan menciptakan metode pemasaran yang efektif menjual produk yang memiliki sangat banyak saingan di pasaran.

Bahkan, pada tingkat yang lebih tinggi, perbedaan kreativitas untuk produk sejenislah yang akan menentukan sebuah bisnis bertahan dan maju, atau sekadar stagnan, bahkan mandek, lantaran kurang kreatif dalam berusaha.

Jadi, apa saja kreativitas yang dibutuhkan untuk menjadi pebisnis yang sukses? Simak ini:

Kenali pola yang umum dalam hal yang berbeda. Akibat mempelajari kebiasaan dan rutinitas, ide baru terkadang terdengar sama dengan yang lama. Orang-orang kreatif mendapatkan hasil dari mengombinasikan hal-hal yang justru tidak umum.

Menantang perubahan dengan mengganti tantangan. Mengubah cara pandang terhadap sesuatu, maka hal yang Anda lihat akan berubah. Hal yang terus menerus dan terjadi berulang kali akan menghalangi visi dan menempati imajinasi Anda. Kadang sangat berguna untuk membayangkan pendekatan yang bertolak belakang, atau bekerja dengan urutan yang terbalik.

Berpikir tentang hal yang tak terpikirkan. Kita perlu melakukan cara untuk mengacaukan imajinasi, demi mengeksplorasi batasan terluar atau alternatif, supaya kita dapat memperoleh hasil yang tidak biasa.

Pelaksanaan adalah kunci dari berpikir kreatif. Kebanyakan seniman gagal dalam pelaksanaan. Anda harus melakukan segala sesuatu secara berurutan.

Anda adalah apa yang Anda bayangkan. Perilaku memengaruhi sikap, tetapi sikap juga memengaruhi perilaku. Kenyataan adalah apa yang Anda inginkan. (Antono Purnomo)


Sumber :
http://www.readersdigest.co.id/uang/investasi.dan.bisnis/5.kreativitas.yang.akan.melambungkan.bisnis.anda/004/001/126 

Sabtu, 28 Desember 2013

Cara Mendapat Ide Bisnis dan Peluang Usaha

Creative Entrepreneurship Class 3rd Meeting
Further Discussion : Twittr :  @CreativeLead_id  &  Like FanPage FB : CLI - Indonesia 

Mencari Ide Bisnis yang Kreatif dan Inovatif - Kali ini informasi untuk mencari peluang usaha sampingan untuk memulai membangun karir dalam bisnis? sebelum anda memulai untuk berbisnis ada beberapa cara mencari ide bisnis yang kreatif dan inovatif yang dapat anda pelajari, sehingga nantinya anda tidak akan sia-sia dalam menjalankan bisnis anda.

Anda pasti tidak mau, menjalankan bisnis setengah-setengah yang mana dalam menjalankan bisnis seperti itu akan mengalami resiko kegagalan yang sangat tinggi, Oleh karena itu di sini admin sajikan tips cara mencari  ide bisnis yang kreatif dan inovatif 

Atasi ketakutan Anda

Sebagian besar pemula cenderung menghindari ide-ide bisnis yang mereka anggap sulit dan menakutkan. Bahkan tak jarang ketakutan mereka menutup kejeliannya terhadap beberapa peluang bisnis yang sebenarnya cukup potensial. Untuk mengatasi kendala ini, sebaiknya atasi ketakutan Anda dan menjawab ketakutan tersebut dengan cara terjun langsung di bidang usaha yang awalnya Anda hindari. Contohnya saja Anda masih ragu dan takut untuk merintis bisnis jasa laundry online, maka jawablah ketakutan tersebut dengan mencoba merealisasikan ide bisnis yang ada dan lihatlah bagaimana hasilnya satu sampai dua bulan yang akan datang. Bisa jadi ketakutan itulah yang bakal mendatangkan keuntungan besar bagi Anda.

Learning by doing

Ketika Anda telah memiliki ide bisnis yang unik dan inovatif, maka jangan ragu untuk segera merealisasikannya menjadi peluang usaha. Temukan kelemahan, kekuatan, dan strategi-strategi bisnis yang tepat sembari Anda menjalankan bisnis tersebut. Sebab Anda bisa belajar tentang banyak hal, dari aktivitas bisnis yang sedang Anda jalankan. baca kisah sukses Merry Riana

[ATM] Amati – Tiru – Modifikasi

Kebanyakan pemula terpaku pada ide bisnis asli. Padahal untuk mendapatkan ide bisnis kreatif, mereka bisa mengamati ide bisnis yang sudah ada di pasaran kemudian menirunya dengan menambahkan modifikasi baru agar ide tersebut bisa lebih unggul dibandingkan ide bisnis yang sebelumnya.
Sumber :
1.startupbisnis.com/23-cara-mencari-ide-bisnis/
2.http://4usahasampingan.blogspot.com/2014/02/cara-mencari-ide-bisnis-yang-kreatif.html


Selasa, 10 Desember 2013

Cara Membuat Business Model Canvas

Creative Entrepreneurship Class 2nd Meeting
Further Discussion : Like FanPage FB : CLI - Indonesia 


Elemen dalam Business Model Canvas mencakup Customer Segment, Value Proposition, Channel, Customer Relationship, Revenue Stream, Key Resourcess, Key Activities, Key Partnership,danCost Structure. Untuk menyusun model bisnis menggunakan pendekatan ini dimulai dari Customer Segment, diikuti denganValue Proposition,Channel, Customer Relationship, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partners,danCost Structure.

Bagaimana Menerapkan Business Model Canvas?
1. Customer segment
Customer segment adalah kelompok target konsumen yang akan atau sedang kita bidik untuk menjadi pelanggan kita. Hal yang harus diperhatikan dalam segmentasi pelanggan adalah, kita harus benar2 bisa mendefinisikan secara spesifik siapa segment target pelanggan kita. Segmen target bisa dibedakan berdasarkan hal2 seperti:
1.Tingkat ekonomi (menengah, atas atau kalo mau lebih spesifik lagi di segmentasi berdasrkan pendapatan atau uang jajan bulanan target konsumen kita)
2.Umur
3.Komunitas tertentu (misalnya komunitas sepeda, komunitas pecinta hewan tertentu atau komunitas ibu2 pengajian dll.)
4.Perilaku khusus dari target konsumen kita (misalnya reaksinya terhadap harga barang, kadang ada perilaku tertentu yang malah suka dengan barang-barang mahal, ada juga yang benar2 sensitif terhadap harga pengen yang murah dll.)
Yang penting adalah kita benar2 bisa membagi (segmentasi) target customer kita, karena dengan membagi kita lebih bisa mengerti dan menangkap kebutuhan khusus dan sifat-sifat target konsumen kita. Inilah yang harus kita tangkap dari calon konsumen kita.
2. Value Proposition 
*kalo bingung dengan arti value proposition boleh sementara diganti dengan istilah “Produk”
Value proposition atau mudahnya produk, adalah hal yang kita tawarkan ke target konsumen kita.Misal nya Kita berjualan Buku anak-anak pada orang tua yang sedang membawa anak nya berjalan-jalan.
Value proposition kan gak selalu tentang barang, dia sifatnya lebih luas seperti jasa arsitek atau jasa konsultasi dan pelatihan bisnis, atau jasa fotografi, bahkan gabungan produk dan jasa seperti kalo masang kawat gigi , jasa produksi dll.
Ok, sekarang bentuk bisnis kita sudah sedikit terlihat, kita sudah punya apa yang konsumen kita butuhkan dan kita sudah tahu apa yang kita akan tawarkan kepada target konsumen kita.
3. Channel
Untuk menyampaikan value proposition ke konsumen kita perlu channel. Channel adalah cara yang digunakan untuk memberikan value proposition kita ke konsumen. Cara ini bisa sangat bermacam2 tergantung dari segmen konsumen yang kita bidik. Chanel ini adalah salah satu hal yang sangat perlu diperhatikan, karena kalo kurang tepat kita ga bisa meraih target segmen kita. Channel bisa juga disebut bagaimana cara kita menyampaikan produk kepada konsumen. Channel tersebut bisa berupa penjualan langsung, bisa juga melalui distributor, melalui tenaga marketing, bisa juga melalui website, bisa melalui forum jual beli, atau melalui thread kaskus.
4. Customer Relationship
Salah satu misi marketing adalah untuk terus menambah lagi konsumen yang bisa dilayani. Hal ini tentunya berarti semakin banyak penjualan. Cara untuk mendapatkan, menambah jumlah konsumen dan untuk mempertahankan konsumen agar terus setia dengan kita adalah dengan membuat hubungan baik dengan pelanggan. Ini yang dimaksud dengan customer relationship, yaitu wadah untuk terus berhubungan dan semakin mempererat hubungan dengan pelanggan kita.
Di era nya teknologi informasi dan komunikasi sangat banyak cara untuk membuat hubungan dengan konsumen. Sebut aja website, facebook, twitter, kaskus, thread n forum, bbm, ym, whatsapp dll. Semua itu bisa dijadikan cara untuk menjalin hubungan dengan konsumen. Dengan hubungan yang lancar tersebut kita bisa dengan mudah menyampaikan sesuatu kepada konsumen kita misalnya produk baru, diskon, penawaran khusus dll. Dan yang gak kalah penting adalah kita bisa dapet info tentang apa yang jadi keinginan dari konsumen kita dari bisnis model. 
5. Revenue Stream
“sebuah bisnis yang baik dan mantap harus memiliki arus pendapatan (revenue stream) yang sangat jelas dan masuk akal”
Oke, setelah kita mengisi lalu mengutak atik keempat elemen di atas kita mulai isi lagi kotak ke lima yaitu revenue stream. Revenue stream ini adalah salah satu yang sangat penting karena inilah nafas yang membut usaha kita tetap hidup.
Contoh: Revenue Stream Buku Bacaan Anak-anak
Model revenue stream yang lain  adalah Buku Bacaan Anak-anak, dia menghasilkan uang dari banyak revenue stream, dari penjualan dongeng, penjualan buku mewarnai, penghasilan dari buku bergambar, ada juga dia dikasi duit sama sponsor mereka.
Syarat dari business model yang bisa hidup adalah jelas bagaimana bisnis ini bisa menghasilkan uang. Jadi kalo kita ditawarin bisnis trus ga jelas revenue stream nya ga jelas bagaimana bisnis tersebut bisa menghasilkan uang, maka ini bukan jenis bisnis yang bisa terus bernafas dan tumbuh.. .if its sounds to good too be true then it is not true, sebuah bisnis yang baik dan mantap harus memiliki arus pendapatan (revenue stream) yang sangat jelas dan masuk akal.

Mengapa menggunakan Business Model Canvas?

·                     Visual Thinking :
Cara terbaik untuk menggunakan BMC adalah untuk mencetak versi berukuran poster besar dan menempelkan nya ke dinding. Setelah itu, founder kemudian menggunakan sticky notes seperti post-it untuk mengisi 9 bagian. Sticky notes memungkinkan grup thinking karena setiap orang dalam tim dapat berpartisipasi aktif.
·                     Iterasi dengan cepat :
“Iterasi” adalah proses di mana founder “keluar dari kantor atau labnya” dan mencoba mengevaluasi ide nya, kemudian kembali lagi ke kantor untuk memperbaiki model bisnis dan produknya berdasarkan Feedback yang didapat dari market. Dengan sifat ringkas dan menyeluruh dari bisnis model kanvas, founder bisa dengan cepat melakukan iterasi ini.
·                     Dengan cepat melihat kaitan dari 9 komponen bisnis :
Bisnis Model Kanvas memungkinkan entrepreneur untuk secara visual menggambarkan kaitan dari masing-masing komponen bisnis tersebut. Seringkali founder menggambar garis dan ilustrasi di poster untuk mewakili potongan-potongan teka-teki dan bagaimana mereka bekerja sama. Dengan cara ini, tim dapat menemukan hubungan dari  peluang pasar dan / atau proposisi nilai yang unik. Selanjutnya, tim kemudian dapat mendokumentasikan ide-ide baru sebagai hipotesis baru untuk menguji BMC sebagai iterasi baru.
·                     Memaksa tim untuk dengan ringkas menyampaikan pikirannya :
Karena informasi dicatat dengan pendek pada post-it notes, tim dipaksa untuk menjelaskan dengan tepat dan ringkas apa yang mereka mau untuk menguji atau menindak lanjuti pada iterasi berikutnya.
·                     Bentuk visual dari bisnis model kanvas memudahkan startup untuk membaginya dengan partner, rekan kerja :
Karena bisnis model kanvas disajikan dalam bentuk poster besar dan visual, mudah untuk berbagi melalui foto atau mengambil poster dari dinding untuk  bertemu dengan pihak lain yang berkepentingan.

Apple ipod – Business model canvas template untuk digital and gadget business model canvas Contoh business model canvas - Apple ipod
Postgeist – business model canvas examples untuk web hosting business model canvas
Contoh business model canvas - Web hosting

Superior EPG for Connected TVs Contoh business model canvas
Ecommerce Vintage Market (toko online khusus barang vintage) Contoh business model canvas

Minggu, 01 Desember 2013

Cara Membuat Business Plan

Creative Entrepreneurship Class 1st Meeting
Further Discussion : Twittr :  @CreativeLead_id  &  Like FanPage FB : CLI - Indonesia 

Mengembangkan sebuah rencana bisnis atau business plan sangat penting untuk mengamankan modal awal dan dalam mengarahkan perusahaan setelah didirikan.
Business plan membantu menentukan akan menjadi seperti apa perusahaan itu nantinya, siapa yang akan mengoperasikannya (dan bagaimana tingkat pengalaman mereka), dan area persaingan yang akan diambil, serta nilai jual unik yang diharapkan akan membawa keberhasilan.

Selain itu, rencana tersebut harus memberikan perkiraan biaya awal. Tentu saja hal ini bisa menjadi tantangan bagi perusahaan yang belum berdiri. Namun, membuat perkiraan biaya serealistis mungkin dan menyediakan beberapa macam perkiraan penjualan akan membantu meyakinkan pemberi pinjaman bahwa perusahaan tersebut layak dan akan memiliki kesempatan yang kuat untuk sukses.


Apa saja yang harus masuk dalam business plan? Berikut ini adalah daftar dari business plan seperti yang tertulis dalam artikel Fox Business (10/7/2013):

1. Executive Summary: Satu atau dua halaman yang menjelaskan tentang usaha Anda, termasuk sasaran bisnis, operasional, upaya pemasaran dan model pendapatan. Pastikan bagian ini ditulis dengan ringkas.

2. Business Description: Apa yang perusahaan Anda akan lakukan? Bagaimana hal itu akan membuat keuntungan?

3. Local Market and Competitive Landscape: Sebuah bagian penting dari rencana ini. Evaluasi persaingan seobjektif mungkin dan kemudian gambarkan bagaimana Anda berencana untuk membuat bisnis Anda berbeda dari bisnis yang lainnya.

4. Product or Service: Jelaskan tentang bagaimana produk Anda atau layanan Anda bisa bekerja.

5. Sales, Marketing and Promotion: Menjelaskan bagaimana Anda akan menginformasikan pasar tentang perusahaan Anda dan cara Anda membangun brand awareness. Jelaskan juga tentang pengembangan website, iklan, public relations (media tradisional dan sosial), trade show attendance, pengambilan sampel dan promosi penjualan yang akan Anda lakukan.

6. Management: Jelaskan siapa saja yang akan menjalankan usaha Anda, dan tingkat pengalaman mereka. Termasuk biografi singkat dari partner dan tim inti Anda.

7. Financial Data: Membuat analisis break-even, proyeksi cash flow, sampel neraca keuangan dan pernyataan laba-rugi.

8. Investment: Berapa banyak uang yang Anda masukkan ke dalam usaha? Hal ini penting untuk memberikan perkiraan penjualan dan pendapatan bagi investor yang mengharapkan pengembalian modal.

9. Appendices (lampiran): termasuk dokumen pendukung business plan, seperti semua penelitian yang telah dilakukan, diagram dan grafik, logo dan gambar lainnya, referensi, dll.
Sebuah business plan yang ditulis dengan baik bisa menunjukkan kesuksesan dan kegagalan, tidak hanya saat mengawali usaha tersebut, namun terutama saat Anda berusaha menjalankan usaha tersebut. Business plan seakan menyediakan roadmap yang menjelaskan bagaimana perusahaan Anda akan pergi dari titik A ke titik B. 

 Pustaka :
http://www.ciputraentrepreneurship.com/rencana-bisnis/panduan-menyusun-sebuah-business-plan



 

Selasa, 12 November 2013

Training of Trainers for Women Entrepreneurs SMEs



Indonesian data shows, the amount of labor absorbed by SMEs amounted 107.6 million or 97.6% of total employment in Indonesia with 56.5 million units. Percentage of women business owners from 56.5 million is about 22% with 30,000 women entrepreneurs. But the percentage of women running their own business tend to decline. The crucial problem is in lack of low education, business knowledge and capital access.
 

One solution that can be developed is the provision of financial management simple effort on women entrepreneurs and helping access to capital. This is done as a first step to improve the managerial business. One of the efforts made ​​by author, Indonesia Muda Kreatif and the Students of Islamic Economics FoSSEI in west java Indonesia with the cooperation of the various stake holders.

Everywhere in developing economic countries more women to become a housewife when her husband's income under welfare. The number of women in Indonesia reached 118, 1 million is the potential of women entrepreneurs also empower other women. Women entrepreneurs dont like employe. Women entrepreneurs are not like an employee, She can work at home with free time, to perform its role as a housewife and have income.



Creative Community Development : Pelatihan Keuangan untuk Pengusaha Wanita (Islamic Women Entrepreneurs) di Majalaya, Bandung


 
Pada era Global, fondasi kekuatan ekonomi rakyat ternyata ada pada Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKM). Kekuatan perekonomian UMKM terjadi pula di Indonesia, hal ini berdasarkan data BPS Indonesia 2013 yang dikutip oleh Ade Suyitno :
Indonesian data shows, the amount of labor absorbed by SMEs amounted 107.6 million or 97.6% of total employment in Indonesia with 56.5 million units. Percentage of women business owners from 56.5 million is about 22% with 30,000 women entrepreneurs. (Islamic Women Entrepreneur)
Hal menarik adalah adanya pengusaha perempuan yang di Indonesia yang terus berkembang. Namun ada permasalahan yang terjadi yaitu rendahnya implementasi administrasi bisnis pada pencatatan dari pengusaha perempuan ini. Bahkan tidak jarang masih banyak yang mencampur-adukan antara modal, keuangan usaha dan keuangan untuk keperluan sehari-hari. Padahal untuk  usaha berkembang dan mulai besar dibutuhkan administrasi yang rapih, trasparan dan sesuai rencana usaha.

Menjawab masalah ini BMT Khalifah bekerjasama dengan Micra dan Marcy melakukan pendampingan dengan menurukkan mahasiswa Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam JABAR sebagai Trainer-nya, salah satunya penulis. Pelatihan diadakan di Bandung, Majalaya dekat alun-alun kecamatan.

Harapannya adanya pelatihan keuangan dan pendidikan melek financial atau financial literacy melalui pendampingan terhadap pelaku usaha mikro ini, dapat meningkatkan skala usaha dan pendapatan kelompok usaha perempuan di Indonesia, khususnya di Bandung.