Tampilkan postingan dengan label L. Online Courses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label L. Online Courses. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Oktober 2014

Indonesia Mengglobal Essay Clinic (Online)

Creative Leaders Institute - Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Mengglobal sebuah gerakan pemuda inspiratif Indonesia untuk mendukung generasi muda Indonesia bisa mengglobal dengan karya baik di bidang non-akademik dan khususnya tentang akademik (Study Aboard).  Kerjasama ini berupa akses kepada seluruh members CLI khususnya dan generasi muda Indonesia umumnya dalam mempersiapkan essay sebelum proses suatu event internasional. #saungpemimpin #saungkreatif
Indonesia Mengglobal Essay Clinic is our effort to provide tangible help for Indonesian applicants who want to study abroad. This essay clinic is not meant to showcase ‘the perfect essay’, but by analyzing other people’s essays (what works, what does not work, what’s good, what’s bad), we hope you can learn how to write an effective application essay and how to continuously improve your own essay. We also accept essay submissions. Click here to learn on how to participate!!

A personal statement or statement of purpose should not only tell the reviewer what you’ve done, but also (and more importantly) who you are. Yes, the applicant has answered the essay prompts matter-of-factly, but this is not what the reviewer is looking for. Let me translate the prompts into points that you need to think about and answer in your essay:
  • Your reasons for applying to the proposed program at Stanford and your preparation for this field of study.
    The reviewer is looking for your narrative, your life story, the epiphany-like experience that makes you realize your “academic life-calling”, and how the Stanford program fits within that narrative. What brought you to this point in your life? What events/experiences shaped your academic interest?
  • Your research and study interests.
    It is not enough to answer this question by saying “I’m interested in XYZ.” This reviewer wants to know, what kinds of questions pique your mind? What keeps you up at night? What problems do you want to solve, and what is it that motivates you to get up and work each day? The question is not concerned so much about what you’ve done, but rather, from your previous experiences, what important problems have you identified? What problems inspire your search for solutions?
  • Future career plans and other aspects of your background and interests which may aid the admission committee in evaluating your aptitude and motivation for graduate study.
    This question is not necessarily asking what career ladder you want to climb in the future, unless those things are indeed who you are and your passion in life. Why do you want to be an expert and why do you want to be in management? Deeper reasons are required. The reviewer wants to know if you have long-term dreams, a big picture for your career, and if there are other aspects that your career may touch. For example, you may want to advance your career in engineering but you also may have a passion in inspiring younger generations to pursue engineering skills to solve real and important problems. Or, what does your career mean to your country, family, etc.? Remember that these elements need to be present throughout the essay narrative, not introduced as a surprise at the end of the essay.

The way to answer these questions genuinely and authentically is to do personal reflections on your life and your experiences. Take time to think about this, not just for the essay, but for yourself. Then, answering these questions will become easier. The more authentic the essay is, the more impactful it will be for the reviewer.
There are a few points that the applicant should take a deeper look at:
  • The research accomplishment and competitions that the applicant won as an undergraduate student – how did these impact him/her as a person and shape his/her academic interest?
  • From the applicant’s work experiences, are there real-world problems that he/she identified that, if solved, can have a major impact economically/environmentally to the company or to the world? What questions arose from working hands-on in the field?
  • Look deeper into the specific research questions that the department does and link them with point 2.
Further Discussion :
Twittr :  @CreativeLead_id  &  Like FanPage FB : CLI - Indonesia 

Kumpulan Info Website Beasiswa / International Scholarship

Further Discussion :
#saungpemimpin #saungkreatifTwittr :  @CreativeLead_id  &  Like FanPage FB : CLI - Indonesia 
Di bawah ini informasi bagi rekan-rekan semua untuk bisa mengikuti kegiatan-kegiatan internasional, baik lomba, konferensi, beasiswa, exchange, internship dll,. Berikut ini beberapa website yang bisa dijadikan referensi awal untuk kegiatan internasional/nasional :
1. www.opportunitydesk.org
2. www.studentcompetitions.com
3. www.heysuccess.com
4. www.mladiinfo.eu
5. www.edu-active.com
6. www.ayoikut.com
Untuk kegiatan exchange dari Pemerintah Amerika Serikat :
1.www.jakarta.usembassy.gov/study/scholarship.html
2.www.aminef.or.id
3. www.iief.or.id
Untuk beasiswa Master dan Postgraduate :
1. http://www.beasiswalpdp.org/ (Indonesia)
2. www.aminef.or.id (Fulbright Amerika)
3. Erasmus Mundus (Uni Eropa)(http://eacea.ec.europa.eu/.../selected_projects_action_1...)
4. Monbukagankusho Jepang (http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html)
5. DAAD Jerman (http://www.daadjkt.org/index.php?program-beasiswa-daad)
6. Beasiswa pemerintah china (http://www.kopertis3.or.id/.../2014/01/Beasiswa-Beijing.pdf)
7. Beasiswa belanda (Nuffic Neso Indonesia) Beasiswa Tulip, StuNed
(http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned)
8. beasiswa Chevening Inggris : http://www.chevening.org/indonesia/
9. Beasiswa Italia -Uni Italia : http://www.uni-italia.it/en/uni-italia-indonesia
 

Banyak sekali kesempatan dan peluang, baik yg Fully funded (dibiayai penuh) maupun Partial (dibiayai dengan item2 tertentu).
Good Luck.

Senin, 10 Februari 2014

Inovasi apa yang ada dalam bisnis mu ?

Creative Entrepreneurship Class 5th Meeting
Further Discussion :
Twittr :  @CreativeLead_id  &  Like FanPage FB : CLI - Indonesia 


Innovation is finding a better way of doing something.[1] Innovation can be viewed as the application of better solutions that meet new requirements, in-articulated needs, or existing market needs.[2] This is accomplished through more effective products, processes, services, technologies, or ideas that are readily available to markets, governments and society. The term innovation can be defined as something original and, as a consequence, new, that "breaks into" the market or society. A definition consistent with these aspects would be the following: "An innovation is something original, new, and important in whatever field that breaks in to a market or society".[3]
 Inovasi dalam suatu usaha merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Hanya produk yang inovatif yang  akan mampu bertahan dari gempuran produk impor, karena memiliki daya saing tinggi, khususnya produk-produk dari china, eropa dan amerika.

Apabila upaya inovasi berhasil dilakukan, maka akan  mampu melesatkan omset hingga ratusan juta rupiah dalam beberapa bulan saja, meskipun itu usaha baru. Ide brilian untuk menciptakan produk inovatif bisa datang dari mana saja, khususnya dengan melihat reaksi  pasar atau  mengamati perilaku konsumen.

Terdapat 3 tahapan dalam  inovasi, yaitu :
1.   Inovasi untuk bertahan hidup (survival). Pada tahap inovasi survival ini, perusahaan  tidak terlalu memikirkan apakah produknya akan ditiru  oleh orang lain atau tidak.
2.   Inovasi untuk meningkatkan daya kompetisi. Pelaku usaha yang melakukan inovasi dengan niatan untuk meningkatkan daya kompetisi sudah selangkah lebih maju pemikirannya, sehingga ia berikir agar inovasi tersebut memiliki visi jangka pajang, misalnya : membuat inovasi kemasan yang dapat membuat produk makanan yang dihasilkan akan lebih awet dan tidak akan merubah rasa makanan (tetap fresh).
3.   Inovasi bisnis sebagai langkah untuk kemajuan perusahaan. Pada tahap ini sebaiknya inovasi sudah dipatenkan.

Prinsip-prinsip Inovasi
Drucker (1985) mengatakan bahwa dalam melakukan inovasi perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut;
1. Sesuatu yang harus dilakukan
a.Menganalisi peluang
b.Apa yang harus dilakukan untuk memuaskan peluang
c.Sederhana dan terarah
d.Dimulai dari yang kecil
e.Kepemimpinan

2. Sesuatu yang tidak harus dilakukan
a.mencoba untuk menjadi yang pandai
b.mencoba ingin mengerjakan sesuatu yang banyak
c.mencoba inovasi untuk masa yang akan dating

3. Kondisi
a.Memerlukan ilmu pengetahuan
b.Membangun keunggulannya sendiri
c.Inovasi adalah efek dari ekonomi dan masyarakat

Peluang Inovasi
Inovasi dapat bersumber dari adanya peluang-peluang
sebagai berikut;
1.Penelitian dan Pengembangan
2.Keberhasilan/kegagalan
3.Penolakan pelanggan
4.Kebutuhan, keinginan, dan daya beli masyarakat
5.Persaingan
6.Perubahan demografi
7.Perubahan selera
8.IPTEK baru

Penelitian dan Pengembangan
Inovasi dapat dihasilkan melalui suatu penelitian dan pengembangan (research and development).Perusahaan-perusahaan yang telah maju atau besar umumnya  empunyai satu divisi khususuntuk melakukan penelitian dan pengembangan bagi bagi produk-produk barunya. Penelitian dan pengembangan ini merupakan suatu ino
vasi yang sistematis dengan menggunakan metode-metode ilmiah.
Perusahaan ini berprinsip harus melakukan inovasi terus menerus ba
gi kelangsungan hidupnya.

Sekarang mari kita analisis inovasi apa yang sudah teman-teman lakukan pada produk, strategi pemasaran ?
kirimkan analisismu dan kita diskusikan pada  FanPage FB : CLI - Indonesia
Several indexes exist that attempt to measure innovation include:

1.The Innovation Index, developed by the Indiana Business Research Center, to measure innovation capacity at the county or regional level in the United States.[35]
2.The State Technology and Science Index, developed by the Milken Institute is a U.S.-wide benchmark to measure the science and technology capabilities that furnish high paying jobs based around key components.
3.The Oslo Manual is focused on North America, Europe, and other rich economies.
 
http://en.wikipedia.org/wiki/Innovation



Kamis, 16 Januari 2014

Cara Berbisnis dengan Kreativitas dan Inovasi

Creative Entrepreneurship Class 4th Meeting
Further Discussion : Twittr :  @CreativeLead_id  &  Like FanPage FB : CLI - Indonesia 


 
Hidup itu adalah pilihan. Kesuksesan dan kegagalan pun merupakan pilihan. Sebagai manusia kitalah yang berkewajiban mengatur hidup kita apakah kita ingin menjadi orang sukses ataukah hanya berdiam diri dan menunggu kegagalan menghancurkan kita. Sama halnya dengan pebisnis. Untuk menjadi seorang pengusaha bisnis kreatif, ada banyak hal yang harus kita miliki sebagai langkah awal kita menjadi pengusaha bisnis kreatif yang sukses.

Di jaman modern seperti sekarang ini, dimana mobilitas masing-masing individu menciptakan berbagai tantangan dan persaingan di pasar bisnis membuat kita harus bergerak cepat dengan cara yang kreatif dan memiliki ide yang selalu segar. Tanpa itu semua, akan sangat sulit bagi kita untuk terjun dalam pasar dinamis yang penuh dengan para pebisnis yang saling bersaing dalam mendapatkan pelanggan.
Karena itulah, untuk menjadi seorang pemilik bisnis kreatif yang mampu bertahan dalam berbagai situasi dan persaingan pasar maka ada beberapa tips menjadi pengusaha bisnis kreatif yang bisa diterapkan yaitu :

1. Think out of the box atau berpikirlah diluar kotak. Artinya, kita harus mampu berpikir di luar cara pikir orang kebanyakan. Misalnya saja adalah kita memiliki tahu untuk kita jadikan bahan baku. Jangan buat tahu yang kita miliki hanya sebagai tahu isi, tahu goreng atau kripik tahu seperti yang sudah banyak dijual di pasaran. Kita harus membuat tahu tersebut menjadi sebuah bisnis kreatif yang belum memiliki pesaing. Cobalah mencari ide pengolahan tahu yang berbeda dengan yang sudah ada tersebut misalnya saja adalah mie tahu yaitu tahu yang diserut seperti mie dan di goreng lalu diberi berbagai bumbu. Ide mie tahu tersebut memang terasa aneh karena belum pernah ada yang membuatnya, jika kita merealisasikannya dengan sistem pemasaran yang baik maka bukan tidak mungkin, mie tahu akan menjadi trend baru dalam bisnis kuliner yang sudah ada.

2. Menciptakan produk unik merupakan suatu keharusan bagi para pelaku bisnis kreatif. Kreativitas yang dibutuhkan dalam hal ini karena dengan menciptakan berbagai produk unik yang belum ada di pasaran, maka kita akan mengurangi pesaing. Namun yang harus menjadi perhatian utama adalah selain produk yang unik, kita juga harus mampu menonjolkan nilai tambah dari produk unik tersebut. Tanpa nilai tambah maka seunik apapun produk tersebut, tidak akan ada bedanya dengan produk yang dimiliki pesaing yang sudah ada di pasaran.

3. Kreativitas yang tanpa batas adalah modal utama bagi para pelaku atau pengusaha bisnis kreatif. Tanpa kreativitas yang tinggi maka para pelaku bisnis kreatif akan sangat kesulitan dalam mengembangkan usaha atau bisnis kreatif yang sedang mereka jalankan. Kreativitas bukan turunan atau bakat murni. Kreativitas ini berkembang karena sebuah kebiasaan yang terus menerus. Karena itu kembangkanlah kreativitas dengan cara selalu berpikir dengan cara yang berbeda, banyak belajar dengan cara membaca banyak buku dan terus menambah pengetahuan dan asahlah kreativitas setiap hari secara rutin dan tanpa henti. Kreativitas yang tanpa batas ini adalah modal utama dalam menjalankan bisnis kreatif.

4. Para pelaku bisnis kreatif dapat mengembangkan teknologi yang sudah ada untuk terus mengembangkan bisnis kreatif yang sedang dijalankannya. Teknologi internet, komputer dan komunikasi yang berkembang saat ini sangat mendukung perkembangan bisnis kreatif. Belajarlah untuk memanfaatkan teknologi-teknologi yang ada dengan tujuan untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang akan memberikan angin segar bagi para pelanggan. Pernahkah terpikir untuk menjual siomay secara online? Bagaimana caranya? Mari temukan berbagai cara lain dalam mengembangkan bisnis kreatif yang sedang kita jalankan dengan memanfaatkan teknologi tinggi yang sudah berkembang di sekitar kita.

5. Pantang menyerah adalah modal berikutnya yang harus dimiliki para pelaku bisnis kreatif. Bisnis kreatif yang unik dengan produk baru yang belum dikenal masyarakat luas pastilah membutuhkan perjuangan yang tinggi dalam memasarkannya dan membuat pelanggan mengenal produk-produk tersebut. Dalam pemasaran dibutuhkan semangat yang pantang menyerah terutama untuk mendapatkan perhatian pelanggan agar mau mencoba menggunakan atau memanfaatkan produk baru yang kita tawarkan. Tidak mudah memang, namun jika kita yakin kita bisa maka pastilah akan bisa.

6. Jaringan atau networking sangat penting dalam usaha atau perkembangan bisnis kreatif. Bangunlah jaringan dengan memperluas jaringan pertemanan serta menciptakan relasi-relasi bisnis secara teratur dan terarah. Buka berbagai peluang yang menciptakan jaringan yang semakin luas. Caranya bisa dengan mengikuti berbagai perkumpulan atau organisasi pengusaha, mengikuti berbagai seminar yang selain menambah wawasan bisnis kita juga menambah jaringan pertemanan dan kenalan bisnis. Dan terus menciptakan berbagai sarana promosi seperti kartu nama, pemasangan iklan, spanduk dan lain sebagainya yang akan mendukung usaha kita agar semakin dikenal dan kita pribadi akan memiliki relasi dan kenalan yang semakin banyak..

7. Berani menghadapi berbagai tantangan dan bermasalahan yang timbul dalam setiap strategi bisnis yang kita ciptakan merupakan cara lain dalam melebarkan sayap bisnis kreatif kita agar semakin merambah ke berbagai lapisan masyarakat. Tidak ada bisnis yang bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya masalah. Namun dengan kreativitas yang kta miliki maka akan mudah bagi kita untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul tersebut satu per satu. Bahkan mungkin dengan adanya permasalahn tersebut membuat kita belajar untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang membuat bisnis kreatif kita dapat berkembang semakin besar.

Kreativitas ternyata bukan hanya untuk bisnis yang masuk dalam kelompok ekonomi kreatif semata. Ya, bila bicara soal fashion, musik, film dan sebagainya yang kini digolongkan sebagai ekonomi kreatif, terkesan bahwa sisi kreativitas lebih berguna untuk jenis bisnis tersebut.

Tetapi ternyata bisnis seperti laundry, berjualan makanan dan minuman dan sebagainya, juga membutuhkan kreativitas, tak hanya dari sisi produk yang dihasilkan, melainkan menciptakan metode pemasaran yang efektif menjual produk yang memiliki sangat banyak saingan di pasaran.

Bahkan, pada tingkat yang lebih tinggi, perbedaan kreativitas untuk produk sejenislah yang akan menentukan sebuah bisnis bertahan dan maju, atau sekadar stagnan, bahkan mandek, lantaran kurang kreatif dalam berusaha.

Jadi, apa saja kreativitas yang dibutuhkan untuk menjadi pebisnis yang sukses? Simak ini:

Kenali pola yang umum dalam hal yang berbeda. Akibat mempelajari kebiasaan dan rutinitas, ide baru terkadang terdengar sama dengan yang lama. Orang-orang kreatif mendapatkan hasil dari mengombinasikan hal-hal yang justru tidak umum.

Menantang perubahan dengan mengganti tantangan. Mengubah cara pandang terhadap sesuatu, maka hal yang Anda lihat akan berubah. Hal yang terus menerus dan terjadi berulang kali akan menghalangi visi dan menempati imajinasi Anda. Kadang sangat berguna untuk membayangkan pendekatan yang bertolak belakang, atau bekerja dengan urutan yang terbalik.

Berpikir tentang hal yang tak terpikirkan. Kita perlu melakukan cara untuk mengacaukan imajinasi, demi mengeksplorasi batasan terluar atau alternatif, supaya kita dapat memperoleh hasil yang tidak biasa.

Pelaksanaan adalah kunci dari berpikir kreatif. Kebanyakan seniman gagal dalam pelaksanaan. Anda harus melakukan segala sesuatu secara berurutan.

Anda adalah apa yang Anda bayangkan. Perilaku memengaruhi sikap, tetapi sikap juga memengaruhi perilaku. Kenyataan adalah apa yang Anda inginkan. (Antono Purnomo)


Sumber :
http://www.readersdigest.co.id/uang/investasi.dan.bisnis/5.kreativitas.yang.akan.melambungkan.bisnis.anda/004/001/126 

Sabtu, 28 Desember 2013

Cara Mendapat Ide Bisnis dan Peluang Usaha

Creative Entrepreneurship Class 3rd Meeting
Further Discussion : Twittr :  @CreativeLead_id  &  Like FanPage FB : CLI - Indonesia 

Mencari Ide Bisnis yang Kreatif dan Inovatif - Kali ini informasi untuk mencari peluang usaha sampingan untuk memulai membangun karir dalam bisnis? sebelum anda memulai untuk berbisnis ada beberapa cara mencari ide bisnis yang kreatif dan inovatif yang dapat anda pelajari, sehingga nantinya anda tidak akan sia-sia dalam menjalankan bisnis anda.

Anda pasti tidak mau, menjalankan bisnis setengah-setengah yang mana dalam menjalankan bisnis seperti itu akan mengalami resiko kegagalan yang sangat tinggi, Oleh karena itu di sini admin sajikan tips cara mencari  ide bisnis yang kreatif dan inovatif 

Atasi ketakutan Anda

Sebagian besar pemula cenderung menghindari ide-ide bisnis yang mereka anggap sulit dan menakutkan. Bahkan tak jarang ketakutan mereka menutup kejeliannya terhadap beberapa peluang bisnis yang sebenarnya cukup potensial. Untuk mengatasi kendala ini, sebaiknya atasi ketakutan Anda dan menjawab ketakutan tersebut dengan cara terjun langsung di bidang usaha yang awalnya Anda hindari. Contohnya saja Anda masih ragu dan takut untuk merintis bisnis jasa laundry online, maka jawablah ketakutan tersebut dengan mencoba merealisasikan ide bisnis yang ada dan lihatlah bagaimana hasilnya satu sampai dua bulan yang akan datang. Bisa jadi ketakutan itulah yang bakal mendatangkan keuntungan besar bagi Anda.

Learning by doing

Ketika Anda telah memiliki ide bisnis yang unik dan inovatif, maka jangan ragu untuk segera merealisasikannya menjadi peluang usaha. Temukan kelemahan, kekuatan, dan strategi-strategi bisnis yang tepat sembari Anda menjalankan bisnis tersebut. Sebab Anda bisa belajar tentang banyak hal, dari aktivitas bisnis yang sedang Anda jalankan. baca kisah sukses Merry Riana

[ATM] Amati – Tiru – Modifikasi

Kebanyakan pemula terpaku pada ide bisnis asli. Padahal untuk mendapatkan ide bisnis kreatif, mereka bisa mengamati ide bisnis yang sudah ada di pasaran kemudian menirunya dengan menambahkan modifikasi baru agar ide tersebut bisa lebih unggul dibandingkan ide bisnis yang sebelumnya.
Sumber :
1.startupbisnis.com/23-cara-mencari-ide-bisnis/
2.http://4usahasampingan.blogspot.com/2014/02/cara-mencari-ide-bisnis-yang-kreatif.html


Selasa, 10 Desember 2013

Cara Membuat Business Model Canvas

Creative Entrepreneurship Class 2nd Meeting
Further Discussion : Like FanPage FB : CLI - Indonesia 


Elemen dalam Business Model Canvas mencakup Customer Segment, Value Proposition, Channel, Customer Relationship, Revenue Stream, Key Resourcess, Key Activities, Key Partnership,danCost Structure. Untuk menyusun model bisnis menggunakan pendekatan ini dimulai dari Customer Segment, diikuti denganValue Proposition,Channel, Customer Relationship, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partners,danCost Structure.

Bagaimana Menerapkan Business Model Canvas?
1. Customer segment
Customer segment adalah kelompok target konsumen yang akan atau sedang kita bidik untuk menjadi pelanggan kita. Hal yang harus diperhatikan dalam segmentasi pelanggan adalah, kita harus benar2 bisa mendefinisikan secara spesifik siapa segment target pelanggan kita. Segmen target bisa dibedakan berdasarkan hal2 seperti:
1.Tingkat ekonomi (menengah, atas atau kalo mau lebih spesifik lagi di segmentasi berdasrkan pendapatan atau uang jajan bulanan target konsumen kita)
2.Umur
3.Komunitas tertentu (misalnya komunitas sepeda, komunitas pecinta hewan tertentu atau komunitas ibu2 pengajian dll.)
4.Perilaku khusus dari target konsumen kita (misalnya reaksinya terhadap harga barang, kadang ada perilaku tertentu yang malah suka dengan barang-barang mahal, ada juga yang benar2 sensitif terhadap harga pengen yang murah dll.)
Yang penting adalah kita benar2 bisa membagi (segmentasi) target customer kita, karena dengan membagi kita lebih bisa mengerti dan menangkap kebutuhan khusus dan sifat-sifat target konsumen kita. Inilah yang harus kita tangkap dari calon konsumen kita.
2. Value Proposition 
*kalo bingung dengan arti value proposition boleh sementara diganti dengan istilah “Produk”
Value proposition atau mudahnya produk, adalah hal yang kita tawarkan ke target konsumen kita.Misal nya Kita berjualan Buku anak-anak pada orang tua yang sedang membawa anak nya berjalan-jalan.
Value proposition kan gak selalu tentang barang, dia sifatnya lebih luas seperti jasa arsitek atau jasa konsultasi dan pelatihan bisnis, atau jasa fotografi, bahkan gabungan produk dan jasa seperti kalo masang kawat gigi , jasa produksi dll.
Ok, sekarang bentuk bisnis kita sudah sedikit terlihat, kita sudah punya apa yang konsumen kita butuhkan dan kita sudah tahu apa yang kita akan tawarkan kepada target konsumen kita.
3. Channel
Untuk menyampaikan value proposition ke konsumen kita perlu channel. Channel adalah cara yang digunakan untuk memberikan value proposition kita ke konsumen. Cara ini bisa sangat bermacam2 tergantung dari segmen konsumen yang kita bidik. Chanel ini adalah salah satu hal yang sangat perlu diperhatikan, karena kalo kurang tepat kita ga bisa meraih target segmen kita. Channel bisa juga disebut bagaimana cara kita menyampaikan produk kepada konsumen. Channel tersebut bisa berupa penjualan langsung, bisa juga melalui distributor, melalui tenaga marketing, bisa juga melalui website, bisa melalui forum jual beli, atau melalui thread kaskus.
4. Customer Relationship
Salah satu misi marketing adalah untuk terus menambah lagi konsumen yang bisa dilayani. Hal ini tentunya berarti semakin banyak penjualan. Cara untuk mendapatkan, menambah jumlah konsumen dan untuk mempertahankan konsumen agar terus setia dengan kita adalah dengan membuat hubungan baik dengan pelanggan. Ini yang dimaksud dengan customer relationship, yaitu wadah untuk terus berhubungan dan semakin mempererat hubungan dengan pelanggan kita.
Di era nya teknologi informasi dan komunikasi sangat banyak cara untuk membuat hubungan dengan konsumen. Sebut aja website, facebook, twitter, kaskus, thread n forum, bbm, ym, whatsapp dll. Semua itu bisa dijadikan cara untuk menjalin hubungan dengan konsumen. Dengan hubungan yang lancar tersebut kita bisa dengan mudah menyampaikan sesuatu kepada konsumen kita misalnya produk baru, diskon, penawaran khusus dll. Dan yang gak kalah penting adalah kita bisa dapet info tentang apa yang jadi keinginan dari konsumen kita dari bisnis model. 
5. Revenue Stream
“sebuah bisnis yang baik dan mantap harus memiliki arus pendapatan (revenue stream) yang sangat jelas dan masuk akal”
Oke, setelah kita mengisi lalu mengutak atik keempat elemen di atas kita mulai isi lagi kotak ke lima yaitu revenue stream. Revenue stream ini adalah salah satu yang sangat penting karena inilah nafas yang membut usaha kita tetap hidup.
Contoh: Revenue Stream Buku Bacaan Anak-anak
Model revenue stream yang lain  adalah Buku Bacaan Anak-anak, dia menghasilkan uang dari banyak revenue stream, dari penjualan dongeng, penjualan buku mewarnai, penghasilan dari buku bergambar, ada juga dia dikasi duit sama sponsor mereka.
Syarat dari business model yang bisa hidup adalah jelas bagaimana bisnis ini bisa menghasilkan uang. Jadi kalo kita ditawarin bisnis trus ga jelas revenue stream nya ga jelas bagaimana bisnis tersebut bisa menghasilkan uang, maka ini bukan jenis bisnis yang bisa terus bernafas dan tumbuh.. .if its sounds to good too be true then it is not true, sebuah bisnis yang baik dan mantap harus memiliki arus pendapatan (revenue stream) yang sangat jelas dan masuk akal.

Mengapa menggunakan Business Model Canvas?

·                     Visual Thinking :
Cara terbaik untuk menggunakan BMC adalah untuk mencetak versi berukuran poster besar dan menempelkan nya ke dinding. Setelah itu, founder kemudian menggunakan sticky notes seperti post-it untuk mengisi 9 bagian. Sticky notes memungkinkan grup thinking karena setiap orang dalam tim dapat berpartisipasi aktif.
·                     Iterasi dengan cepat :
“Iterasi” adalah proses di mana founder “keluar dari kantor atau labnya” dan mencoba mengevaluasi ide nya, kemudian kembali lagi ke kantor untuk memperbaiki model bisnis dan produknya berdasarkan Feedback yang didapat dari market. Dengan sifat ringkas dan menyeluruh dari bisnis model kanvas, founder bisa dengan cepat melakukan iterasi ini.
·                     Dengan cepat melihat kaitan dari 9 komponen bisnis :
Bisnis Model Kanvas memungkinkan entrepreneur untuk secara visual menggambarkan kaitan dari masing-masing komponen bisnis tersebut. Seringkali founder menggambar garis dan ilustrasi di poster untuk mewakili potongan-potongan teka-teki dan bagaimana mereka bekerja sama. Dengan cara ini, tim dapat menemukan hubungan dari  peluang pasar dan / atau proposisi nilai yang unik. Selanjutnya, tim kemudian dapat mendokumentasikan ide-ide baru sebagai hipotesis baru untuk menguji BMC sebagai iterasi baru.
·                     Memaksa tim untuk dengan ringkas menyampaikan pikirannya :
Karena informasi dicatat dengan pendek pada post-it notes, tim dipaksa untuk menjelaskan dengan tepat dan ringkas apa yang mereka mau untuk menguji atau menindak lanjuti pada iterasi berikutnya.
·                     Bentuk visual dari bisnis model kanvas memudahkan startup untuk membaginya dengan partner, rekan kerja :
Karena bisnis model kanvas disajikan dalam bentuk poster besar dan visual, mudah untuk berbagi melalui foto atau mengambil poster dari dinding untuk  bertemu dengan pihak lain yang berkepentingan.

Apple ipod – Business model canvas template untuk digital and gadget business model canvas Contoh business model canvas - Apple ipod
Postgeist – business model canvas examples untuk web hosting business model canvas
Contoh business model canvas - Web hosting

Superior EPG for Connected TVs Contoh business model canvas
Ecommerce Vintage Market (toko online khusus barang vintage) Contoh business model canvas

Minggu, 01 Desember 2013

Cara Membuat Business Plan

Creative Entrepreneurship Class 1st Meeting
Further Discussion : Twittr :  @CreativeLead_id  &  Like FanPage FB : CLI - Indonesia 

Mengembangkan sebuah rencana bisnis atau business plan sangat penting untuk mengamankan modal awal dan dalam mengarahkan perusahaan setelah didirikan.
Business plan membantu menentukan akan menjadi seperti apa perusahaan itu nantinya, siapa yang akan mengoperasikannya (dan bagaimana tingkat pengalaman mereka), dan area persaingan yang akan diambil, serta nilai jual unik yang diharapkan akan membawa keberhasilan.

Selain itu, rencana tersebut harus memberikan perkiraan biaya awal. Tentu saja hal ini bisa menjadi tantangan bagi perusahaan yang belum berdiri. Namun, membuat perkiraan biaya serealistis mungkin dan menyediakan beberapa macam perkiraan penjualan akan membantu meyakinkan pemberi pinjaman bahwa perusahaan tersebut layak dan akan memiliki kesempatan yang kuat untuk sukses.


Apa saja yang harus masuk dalam business plan? Berikut ini adalah daftar dari business plan seperti yang tertulis dalam artikel Fox Business (10/7/2013):

1. Executive Summary: Satu atau dua halaman yang menjelaskan tentang usaha Anda, termasuk sasaran bisnis, operasional, upaya pemasaran dan model pendapatan. Pastikan bagian ini ditulis dengan ringkas.

2. Business Description: Apa yang perusahaan Anda akan lakukan? Bagaimana hal itu akan membuat keuntungan?

3. Local Market and Competitive Landscape: Sebuah bagian penting dari rencana ini. Evaluasi persaingan seobjektif mungkin dan kemudian gambarkan bagaimana Anda berencana untuk membuat bisnis Anda berbeda dari bisnis yang lainnya.

4. Product or Service: Jelaskan tentang bagaimana produk Anda atau layanan Anda bisa bekerja.

5. Sales, Marketing and Promotion: Menjelaskan bagaimana Anda akan menginformasikan pasar tentang perusahaan Anda dan cara Anda membangun brand awareness. Jelaskan juga tentang pengembangan website, iklan, public relations (media tradisional dan sosial), trade show attendance, pengambilan sampel dan promosi penjualan yang akan Anda lakukan.

6. Management: Jelaskan siapa saja yang akan menjalankan usaha Anda, dan tingkat pengalaman mereka. Termasuk biografi singkat dari partner dan tim inti Anda.

7. Financial Data: Membuat analisis break-even, proyeksi cash flow, sampel neraca keuangan dan pernyataan laba-rugi.

8. Investment: Berapa banyak uang yang Anda masukkan ke dalam usaha? Hal ini penting untuk memberikan perkiraan penjualan dan pendapatan bagi investor yang mengharapkan pengembalian modal.

9. Appendices (lampiran): termasuk dokumen pendukung business plan, seperti semua penelitian yang telah dilakukan, diagram dan grafik, logo dan gambar lainnya, referensi, dll.
Sebuah business plan yang ditulis dengan baik bisa menunjukkan kesuksesan dan kegagalan, tidak hanya saat mengawali usaha tersebut, namun terutama saat Anda berusaha menjalankan usaha tersebut. Business plan seakan menyediakan roadmap yang menjelaskan bagaimana perusahaan Anda akan pergi dari titik A ke titik B. 

 Pustaka :
http://www.ciputraentrepreneurship.com/rencana-bisnis/panduan-menyusun-sebuah-business-plan



 

Selasa, 06 Agustus 2013

Membuat Kerangka Pemikiran Penelitian (Creative Writing 2nd Meeting)

Creative Writing 2nd Meeting
Further Discussion : Twittr :  @CreativeLead_id  &  Like FanPage FB : CLI - Indonesia 


Kerangka pemikiran adalah narasi (uraian) atau pernyataan (proposisi) tentang kerangka konsep pemecahan masalah yang telah diidentifikasi atau dirumuskan. Kerangka berpikir atau kerangka pemikiran dalam sebuah penelitian kuantitatif, sangat menentukan kejelasan dan validitas proses penelitian secara keseluruhan. Melalui uraian dalam kerangka berpikir, peneliti dapat menjelaskan secara komprehensif variabel-variabel apa saja yang diteliti dan dari teori apa variabel-variabel itu diturunkan, serta mengapa variabel-variabel itu saja yang diteliti. Uraian dalam kerangka berpikir harus mampu menjelaskan dan menegaskan secara komprehensif asal-usul variabel yang diteliti, sehingga variabel-variabel yang tercatum di dalam rumusan masalah dan identifikasi masalah semakin jelas asal-usulnya.


Pada dasarnya esensi kerangka pemikiran berisi: (1) Alur jalan pikiran secara logis dalam menjawab masalah yang didasarkan pada landasan teoretik dan atau hasil penelitian yang relevan. (2) Kerangka logika (logical construct) yang mampu menunjukan dan menjelaskan masalah yang telah dirumuskan dalam kerangka teori. (3) Model penelitian yang dapat disajikan secara skematis dalam bentuk gambar atau model matematis yang menyatakan hubungan-hubungan variabel penelitian atau merupakan rangkuman dari kerangka pemikiran yang digambarkan dalam suatu model. Sehingga pada akhir kerangka pemikiran ini terbentuklah hipotesis.


Dengan demikian, uraian atau paparan yang harus dilakukan dalam kerangka berpikir adalah perpaduan antara asumsi-asumsi teoretis dan asumsi-asumsi logika dalam menjelaskan atau memunculkan variabel-variabel yang diteliti serta bagaimana kaitan di antara variabel-variabel tersebut, ketika dihadapkan pada kepentingan untuk mengungkapkan fenomena atau masalah yang diteliti.


Di dalam menulis kerangka berpikir, ada tiga kerangka yang perlu dijelaskan, yakni: kerangka teoritis, kerangka konseptual, dan kerangka operasional. Kerangka teoritis atau paradigma adalah uraian yang menegaskan tentang teori apa yang dijadikan landasan (grand theory) yang akan digunakan untuk menjelaskan fenomena yang diteliti. Kerangka konseptual merupakan uraian yang menjelaskan konsep-konsep apa saja yang terkandung di dalam asumsi teoretis yang akan digunakan untuk mengabstraksikan (mengistilahkan) unsur-unsur yang terkandung di dalam fenomena yang akan diteliti dan bagaimana hubungan di antara konsep-konsep tersebut. Kerangka operasional adalah penjelasan tentang variabel-variabel apa saja yang diturunkan dari konsep-konsep terpilih tadi dan bagaimana hubungan di antara variabel-variabel tersebut, serta hal-hal apa saja yang dijadikan indikator untuk mengukur variabel-variabel yang bersangkutan.


Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, maka dalam menyusun kerangka berpikir kita harus memulainya dengan menegaskan teori apa yang dijadikan landasan dan akan diuji atau digambarkan dalam penelitian kita. Lalu dilanjutkan dengan penegasan tentang asumsi teoretis apa yang akan diambil dari teori tersebut sehingga konsep-konsep dan variabel-variabel yang diteliti menjadi jelas. Selanjutnya, kita menjelaskan bagaimana cara mengoperasionalisasikan konsep atau variabel-variabel tersebut sehingga siap untuk diukur.


Walaupun dalam kerangka berpikir itu harus terkandung kerangka teoretis, kerangka konseptual, dan kerangka operasional, tetapi cara penguraian atau cara pemaparannya tidak perlu kaku dibuat per sub bab masing-masing. Hal yang penting adalah bahwa isi pemaparan kerangka berpikir merupakan alur logika berpikir kita mulai dari penegasan teori serta asumsinya hingga munculnya konsep dan variabel-variabel yang diteliti.


Agar peneliti benar-benar dapat menyusun kerangka berpikir secara  ilmiah (memadukan antara asumsi teoretis dan asumsi logika dalam memunculkan variabel) dengan benar, maka peneliti harus intens dan eksten menelurusi literatur-literarur yang relevan serta melakukan kajian terhadap hasil penelitian-penelitian terdahulu yang relevan, sehingga uraian yang dibuatnya tidak semata-mata berdasarkan pada pertimbangan logika. Untuk itu, dalam menjelaskan kerangka teoretisnya, peneliti mesti merujuk pada literatur atau referensi serta laporan-laporan penelitian terdahulu.


Selanjutnya secara sederhana penyusunan kerangka berpikir dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Menentukan  paradigma atau kerangka teoretis yang akan digunakan, kerangka konseptual dan kerangka operasional variabel yang akan diteliti.
  2. Memberikan penjelasan secara deduktif mengenai hubungan antarvariabel penelitian. Tahapan berpikir deduktif meliputi tiga hal yaitu: (a) Tahap penelaahan konsep (conceptioning), yaitu tahapan menyusun konsepsi-konsepsi (mencari konsep-konsep atau variabel dari proposisi yang telah ada, yang telah dinyatakan benar). (b) Tahap pertimbangan atau putusan (judgement), yaitu tahapan penyusunan ketentuan-ketentuan (mendukung atau menentukan masalah akibat pada konsep atau variabel dependen). (c) Tahapan penyimpulan (reasoning), yaitu pemikiran yang menyatakan hal-hal yang berlaku pada teori, berlaku pula bagi hal-hal yang khusus.
  3. Memberikan argumen teoritis mengenai hubungan antar variabel yang diteliti. Argumen teoritis dalam kerangka pemikiran merupakan sebuah upaya untuk memperoleh jawaban atas rumusan masalah. Dalam prakteknya, membuat argumen teoritis memerlukan kajian teoretis atau hasil-hasil penelitian yang relavan. Hal ini dilakukan sebagai petunjuk atau arah bagi pelaksanaan penelitian. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, oleh karena argumen teoritis sebagai upaya untuk memperoleh jawaban atas rumusan masalah, maka hasil dari argumen teoritis ini adalah sebuah jawaban sementara atas rumusan masalah penelitian. Sehingga pada akhirnya produk dari kerangka pemikiran adalah sebuah jawaban sementara atas rumusan masalah (hipotesis).
  4. Merumuskan model penelitian. Model adalah konstruksi kerangka pemikiran atau konstruksi kerangka teoretis yang diragakan dalam bentuk diagram dan atau persamaan-persamaan matematik tertentu. Esensinya menyatakan hipotesis penelitian. Sebagai suatu kontruksi kerangka pemikiran, suatu model akan menampilkan: (a) jumlah variabel yang diteliti, (b) prediksi tentang pola hubungan antar variabel, (c) dekomposisi hubungan antar variabel, dan (d) jumlah parameter yang diestimasi.

Sumber: Sambas Ali Muhidin, 2011, Panduan Praktis Memahami Penelitian, Bandung: Pustaka Setia.

Buku2

Selasa, 16 Juli 2013

Cara Membuat Latar Belakang Masalah Penelitian (Creative Writing 1st Meeting)

Creative Writing 1st Meeting
Further Discussion : Twittr :  @CreativeLead_id  &  Like FanPage FB : CLI - Indonesia 

Latar Belakang masalah adalah informasi yang tersusun sistematis berkenaan dengan fenomena dan masalah problematik yang menarik untuk di teliti. Masalah terjadi saat harapan idela akan sesuatu hal tidak sama dengan realita yang terjadi. Tidak semua masalah adalah fenomena dan menarik. Masalah yang fenomenal adalah saat menajdi perhatian banyak orang dan di bicirakan di berbagai kalangan di masyarakat.

Latar belakang dimaksudkan untuk menjelaskan alasan mengapa masalah dalam penelitian ingin diteliti, pentingnya permasalahan dan pendekatan yang digunakan untukan untuk menyelesaikan masalah tersebut baik dari sisi teoritis dan praktis.

Latar belakang penelitian berisi :
  1. Alasana rasional dan esensial yang membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian berdasarkan fakta-fakta, data, referensi dan temuan penelitian sebelumnya.
  2. Gejala-gejala kesenjangan yang terdapat dilapangan sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan permasalahan dan bagaimana penelitian mengisi ketimpangan yang ada berkaitan dengan topik yang diteliti.
  3. Kompleksitas masalah jika masalah itu dibiarkan dan akan menimbulkan dampak yang menyulitkan, menghambat, mengganggu bahkan mengancam.
  4. Pendekatan untuk mengatasi masalah dari sisi kebijakan dan teoritis
  5. Penjelasan singkat tentang kedudukan atau posisi masalah yang diteliti dalam ruang lingkup bidang studi yang ditekuni peneliti.

Cara membuat latar belakang masalah dengan langkah sebagai beikut :
  1. Pada bagian awal latar belakang adalah gambaran umum tentang masalah yang akan di angkat. Dengan model piramid terbalik buat gambaran umum tentang masalah mulai dari hal global sampai mengerucut fokus pada masalah inti, objek serta ruang lingkup yang akan di teliti.
  2. Pada bagian tengah unkapkan fakta, fenomena, data-data dan pendapat ahli berkenaan dengan pentingnya masalah dan efek negatifnya jika tidak segera di atasi dengan di dukung juga teori dan penelitian terdahulu.
  3. Bagian akhir di isi dengan alternatif solusi yang bisa di tawarkan (teoritis dan praktis) dan akhirnya munculah judul.


Contoh Latar Belakangnya sebagai Berikut :
INTEGRATED SYSTEM OF CULTURAL EDUCATION (ISCED) INDONESIA :MENGEMBANGKAN KREATIVITAS PELAJAR BERBASIS LOCAL WISDOM
DI ERA GLOBAL
Naskah Karya Tulis Ini Disusun
dalam Rrangka Mengikuti Lomba Karya Tulis Nasional di
Universitas Muhammadiyah Makasar
ADE SUYITNO, MALIATUL & ERNA Y

Indonesia merupakan  negara majemuk yang memiliki suku bangsa, bahasa serta agama yang bervariasi. Hal ini disebabkan karena Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beberapa pulau besar dan ribuan pulau kecil serta didukung oleh faktor ragam suku, ras, agama dan budaya.Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan serta mewariskan kepada generasi selanjutnya. Lebih dari 20 suku terdapat di Indonesia dan lebih dari 100 kebudayaan ada di Indonesia.

Perubahan kebudayaan yang mulai terjadi di Indonesia saat ini nampak jelas dengan adanya pergeseran budaya dari kebudayaan lokal menjadi kebudayaan luar yang lebih diminati oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu dampak adanya globalisasi. Ilmu pengetahuan, teknologi, komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Hal ini dibuktikan dengan berkembangnya budaya pop Korea (Hallyu) dan budaya barat (westwernisasi) di negara-negara Asia Timur dan beberapa negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Semakin gencarnya ekspos dunia luar melalui media elektronik seperti televisi maupun internet menjadikan masyarakat seakan tidak peduli dengan budayanya sendiri. Pola pikir masyarakat khususnya generasi muda dapat dengan mudah dirusak, masyarakat lebih cenderung melupakan kebudayaan sendiri dan beralih ke budaya luar.

Bangsa Indonesia dewasa ini di dalam memasuki era globalisasi menghadapi suatu masa yang kritis karena masyarakat mengalami krisis kebudayaan. Krisis kebudayaan bisa menyebabkan krisis sosial, krisis ekonomi, krisis psikologi dan berbagai jenis krisis lainnya. Fenomena globalisasi mempengaruhi dinamika masyarakat, dinamika tersebut mengubah tingkahlaku manusia dan juga berakibat pada kaburnya nilai-nilai kemanusiaan, agama dan budaya. Globalisasi membawa 4 ciri utama, yakni Dunia-Tanpa-Batas (Borderless World), Kemajuan Ilmu dan Teknologi, Kesadaran terhadap HAM serta Kewajiban Asasi Manusia dan Masyarakat Mega Kompetisi. Adanya kekhawatiran dari dampak globalisasi adalah pada generasi muda Indonesia karena generasi muda yang mash mencari jati diri dengan filter diri yang seadanya sangat rentan untuk terpengaruh dari budaya luar.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), kependudukan hasil sesnsus 2010 menyatakan bahwa penduduk Indonesia berjumlah 237,6 juta jiwa. Jumlah penduduk yang termasuk kelompok generasi muda yaitu kelompok umur 14-20 tahun menempati jumlah yang banyak yaitu 64 juta jiwa. Kelompok generasi muda tersebut dinyatakan memiliki permasalahan. Berdasarkan outlook Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat tahun 2010 dalam Kebijakan Nasional Pengembangan Karakter Bangsa, bahwa masalah bangsa ini adalah bergesernya nilai etika dalam berbangsa dan bernegara, memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa, melemahnya kemandirian bangsa.

Degradasi pada moral remaja diperlihatkan bukan hanya dalam cara berpakaian dan tawuran, namun masih banyak lagi. Contohnya: dunia narkoba dan seks bebas akhir-akhir ini memang sangat ngetren dikalangan remaja. Ini tandanya ada bukti lagi bahwa moral remaja masa kini memang sudah menurun. Akhir bulan september 2012 dunia pendidikan kita menoreh tinta hitam karena terjadi tawuran antar pelajar di berbagai daerah di Indonesia yang menjadi pusat perhatian adalah tawuran antara SMA 6 dan SMA 70 Jakarta yang berakhir meninggalnya satu orang siswa dan pencabulan siswa di gorontalo di awal tahun 2013. Degradasi moral ini akan membuat generasi muda tidak produktif dalam karya dan akan menurunkan tingkat kemandirian pelajar di masa depan, padahal ditangan pelajar bangsa ini kedepan akan dipimpin. 

Kemudian berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS, 2012) memperlihatkan bahwa tingkat pengangguran terbuka berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan di Indonesia mencapai 7,244,956 orang. Dengan didominasi jumlah dari lulusan universitas 438,210 orang, Diploma 196,780 orang, SMTA (Umum dan Kejuruan) 2.873.374 orang. Hal ini sangat ironi sekali mengingat generasi muda yang terdidik dan terpelajar malah menjadi beban dan berkontribusi tinggi terhadap angka pengangguran di Indonesia. Kurangnya softskill jadi salah satu penyebab utama.

Permasalahan yang terjadi pada generasi muda dan ditambah dampak negatif dari globalisasi ini menyebabkan persoalan budaya dan karakter bangsa. Krisis multidimensional, yang bermuara pada krisis moral, dan krisis kepercayaan diri telah membuat generasi bangsa enggan dan malu menunjukkan jatidiri sebagai bangsa Indonesia. Akibat krisis ini persoalan pun muncul di masyarakat seperti korupsi, gaya hidup instan, perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, kehidupan politik yang tidak produktif dan lainnya dimana menjadi pembahasan hangat di media massa, seminar, serta ruang publik lainnya (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010:1).

Jika masalah-masalah diatas terus dibiarkan maka lambat laun Indonesia akan mengalamimiss cultural atau kepunahan budaya. Masyarakat Indonesia akan kehilangan aset terbesar warisan alam dan nenek moyang yang dimilikinya. Indonesia juga akan kehilangan jati dirinya sebagai bangsa multikultural. Hal ini akan berimbas kepada generasi muda yang di mana sekarang mulai menyukali budaya yang sedang tren di dunia dan mulai melupakan kebudayaan serta nilai-nilai luhur kearifan budaya lokal.

Kehandalan potensi pendidikan sebagai agen konstruktif perbaikan masyarakat ini menjadi suatu kenyataan, suatu realita yang tidak hanya sekedar mengembangkan intelektualitas anak-siswa dan pemuda, namun juga masyarakat masa depan di mana mereka akan menjadi unsur utama dan bagian dari budaya. Pendidikan berperan menanamkan nilai-nilai budaya, kebijakan lokal, nilai-nilai kebangsaan dan mengembangkan potensi.

Pendidikan dan kebudayaan memiliki hubungan yang sangat erat dalam arti keduanya berkenaan dengan suatu hal yang sama yaitu pengembangan nilai. Dalam konteks kebudayaan pendidikan memainkan peranan dalam agen pengajaran nilai-nilai budaya. Pendidikan yang berlangsung adalah suatu proses pembentukan kualitas manusia sesuai dengan kodrat budaya yang dimiliki. Nilai-nilai kebudayaan bukanlah hanya sekedar dipindahkan dari satu bejana ke bejana yang lain yaitu kegenerasi mudanya,tetapi dalam proses interaksi antara pribadi dengan kebudayaan betapa pribadi merupakan individu yang kreatif bukan pasif. Globalisasi merupakan entitas, jika entitas tersebut dapat menjadi lifestyle dan symbol kemodernenan. Ia dapat mengubah kebiasaan hidup seseorang bahkan tak jarang menilai agama dan pendidikan sebagai suatu yang ketinggalan zaman.

Globalisasi seharusnya direspons dengan mengkaji ulang format pendidikan yang sesuai dengan konteks globalisasi itu sendiri. Salah satunya lewat pendidikan kewirausahaan dan kreativitas berbasis budaya yang di sekolah di Indonesia baik di kelas dan diekstrakulikuler. Kontinuitas budaya akan memungkinkan hanya jika pendidikan memelihara warisan akar-akar pembentukannya dengan meneruskan kebenaran-kebenaran yang telah dihasilkan pada masa lampau kepada generasi baru, mengembangkan suatu background dan loyatitas-loyalitas cultural.

Generasi muda memiliki kedudukan dan peranan penting dalam pelestarian seni dan budaya daerah. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa generasi muda merupakan anak bangsa yang akan menjadi penerus kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia. Sebagai generasi yang kelak menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, pada diri generasi muda harus bersemayam suatu kesadaran kultural sehingga keberlanjutan bangsa Indonesia dapat dipertahankan. Pembentukan kesadaran kultural generasi muda antara lain dapat dilakukan dengan pengoptimalan peran dalam pelestarian seni dan budaya daerah.

Oleh karena itu, dari pemaparan diatas penulis akan mengangkat penelitian yang berkenaan dengan program  pengembangan  karakter pelajar melalui pendidikan kewirausahaan dan kreativitas berbasis Local Wisdom untuk memplajari, mengembangkan dan mempublikasikan produk kreatif pada pasar global. Dalam penelitian ini penulis mengangkat judul “Integrated System of Cultural Education (ISCED) Indonesia : “Mengembangkan Kreativitas Pelajar Berbasis Local Wisdom di Era Global”

  
Daftar Pustaka :
Badan Pusat Statistik RI. 2012. Data Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia berdasarkan Tingkat Pendidikan. Jakarta
Badan Pusat Statistik RI. 2010. Data Sensus Penduduk Nasional Indonesia 2010. Jakarta
Kemendiknas. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta
Kemenko Kesra. 2010. Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa. Jakarta